Krisis Energi Memuncak, Iran Perang Picu Dampak Global

[original_title]

Jackiecilley.com – Serangan militer yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu telah berimplikasi besar terhadap pasar energi global. Sementara beberapa wilayah di Eropa tidak merasakan dampak yang sama, negara-negara Eropa Tengah seperti Hongaria dan Slovakia kini berada dalam keadaan krisis yang semakin memburuk akibat kenaikan harga minyak dan gas.

Krisis ini dipicu oleh kerusakan yang terjadi pada cabang selatan pipa Druzhba, jalur utama pengiriman minyak Rusia ke Uni Eropa, akibat serangan drone pada 27 Januari. Kerusakan ini telah menghentikan pasokan minyak ke kedua negara tersebut, yang memiliki kapasitas penyulingan hampir 300.000 barel per hari. Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, Hongaria dan Slovakia telah mengaktifkan cadangan minyak strategis dan mencarikan alternatif pengiriman dari Arab Saudi, Norwegia, Kazakhstan, dan Libya.

Menurut laporan dari Erste Group Research, harga gas di Eropa meningkat hampir 50% dalam seminggu setelah penutupan ladang gas Qatar, sedangkan harga minyak naik sekitar 30% sejak awal tahun. Think tank Bruegel menunjukkan bahwa cadangan gas Eropa menjelang 2026 hanya mencapai 46 miliar meter kubik, jauh di bawah angka sebelumnya.

Di tengah krisis tersebut, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán mengeksploitasi situasi ini untuk menekan Ukraina, menyebut kerusakan pada pipa Druzhba sebagai “kejahatan ganda.” Valuta forint Hongaria mengalami pelemahan, naik dari 376 menjadi 386 per euro, sehingga menambah tekanan inflasi yang kini meningkat kembali setelah sebelumnya sempat menurun. Hal ini menandakan bahwa krisis energi global berpotensi membebani perekonomian negara-negara tersebut.

Baca Juga  Rekomendasi 8 Drama Korea Terpopuler Dibintangi Ok Taecyeon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *