Kepastian Insentif Dukung Momentum Kendaraan Listrik

[original_title]

Jackiecilley.com – Kebijakan insentif kendaraan listrik menjadi fokus penting dalam diskusi yang dilaksanakan oleh Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di Jakarta. Ketua Umum ICMS Munawar Chalil menekankan perlunya kepastian kebijakan tersebut untuk menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif, terutama di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar global.

Munawar mengungkapkan bahwa industri otomotif memerlukan kejelasan dari pemerintah mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik yang saat ini masih dalam evaluasi. Ia menjelaskan bahwa industri otomotif memberikan kontribusi sekitar 1,28 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan melibatkan ekosistem yang luas, dari komponen hingga layanan purnajual.

Sementara itu, peningkatan penjualan kendaraan listrik diprediksi mencapai 175 ribu unit pada 2025, dengan segmen Battery Electric Vehicle (BEV) mengalami pertumbuhan signifikan. Insentif fiskal terbukti berhasil menurunkan hambatan harga dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Namun, tantangan baru muncul menjelang 2026, seiring rencana pemerintah untuk menghentikan sebagian insentif, seperti pembebasan PPN dan bea masuk untuk kendaraan listrik. Munawar memperingatkan bahwa perubahan ini dapat langsung mempengaruhi harga jual dan mengganggu momentum pertumbuhan yang sudah ada.

Dia menegaskan pentingnya dialog antara pemerintah dan pelaku industri sebelum perubahan kebijakan dilakukan. Munawar berharap kebijakan yang diambil dapat mendukung keberlanjutan industri otomotif nasional, menyusul target pemerintah mencapai 600.000 kendaraan listrik pada 2030, serta Net Zero Emission pada 2060. “Kami ingin memberikan masukan konstruktif agar kebijakan tetap sejalan dengan visi industri,” tutupnya.

Baca Juga  Jalan Lembah Anai Selesai Total pada Juli 2026 Menurut Pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *