Jackiecilley.com – Di tengah kenaikan harga minyak dunia, Bank Indonesia (BI) merilis survei yang menunjukkan bahwa keyakinan konsumen pada Februari 2026 tetap menunjukkan kekuatan yang optimis. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 125,2, jauh di atas ambang batas optimisme yang ditetapkan pada angka 100. Hal ini mencerminkan sikap positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menekankan bahwa optimisme ini didorong oleh persepsi baik tentang situasi ekonomi saat ini. Ia menjelaskan bahwa Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) mencapai 115,9, meningkat dari 115,1 pada bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa konsumen merasa lebih baik mengenai keadaan ekonomi saat ini.
Selain itu, meskipun terdapat sedikit penurunan, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masih berada dalam zona optimis di angka 134,4, setelah sebelumnya mencapai 138,8 pada Januari 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa konsumen tetap percaya akan perbaikan ekonomi di masa mendatang, meskipun tantangan dari faktor eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia yang kini telah menembus angka 118 dolar AS per barel.
Menanggapi lonjakan harga minyak, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengusulkan percepatan penerapan kebijakan mandatori campuran bioetanol ke dalam bahan bakar minyak. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak inflasi yang mungkin ditimbulkan akibat fluktuasi harga energi global. Keputusan tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam mengendalikan ekonomi di tengah ketidakpastian pasar global.