Jejak Emas Terungkap di Tengah Banjir yang Melanda

[original_title]

Jackiecilley.com – Aktivitas tambang emas ilegal di Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga menjadi faktor penyebab banjir hebat yang melanda desa-desa di daerah tersebut. Pada Selasa, 13 Januari 2026, banjir yang disebabkan oleh hujan lebat merendam rumah hingga atap, menimbulkan lumpur, serta mengakibatkan korban jiwa. Sekitar ribuan kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat air yang meluap dari sungai dan jalur bekas galian tambang.

Isu keterkaitan antara aktivitas tambang ilegal dan bencana banjir kini menjadi perdebatan sengit di kalangan masyarakat dan pengamat lingkungan. Banyak yang mempertanyakan apakah bencana ini hanya disebabkan oleh faktor alam atau juga pengaruh buatan manusia, terutama terkait kerusakan vegetasi akibat penambangan. Penertiban aktivitas tambang oleh Kementerian Kehutanan di kawasan Hutan Produksi Terbatas Pelangan telah dilakukan, namun lubang-lubang tambang yang ditinggalkan dan hilangnya vegetasi alami masih menjadi perhatian.

Dengan hilangnya vegetasi, permukaan tanah menjadi tidak mampu menampung air, sehingga ketika hujan, limpasan air meningkat dan memperburuk risiko banjir. Meskipun belum ada lembaga resmi yang menyatakan tambang ilegal sebagai penyebab tunggal, banyak indikasi ilmiah menunjukkan dampaknya terhadap sistem drainase alami.

Banjir di Sekotong merupakan bagian dari fenomena yang lebih luas yang juga terjadi di wilayah lain di NTB, termasuk Lombok Tengah dan Dompu. Beberapa pengamat lingkungan menyatakan bahwa deforestasi dan penggunaan lahan yang tidak terencana meningkatkan kerentanan terhadap bencana alam, dengan tambang ilegal sebagai salah satu faktor pemicu.

Dengan situasi yang semakin rentan, penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk mencari solusi berkelanjutan yang dapat menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan agar risiko bencana di masa depan dapat diminimalkan.

Baca Juga  Riza Chalid Tersangka Kasus Korupsi BBM Pertamina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *