Isu Perselingkuhan Founder Nussa Rara, Sengketa IP Disorot

05 Maret 2026 – Perbincangan soal founder nussa rara kembali menguat di media sosial, menyusul ramainya cerita konflik internal di balik serial animasi Nussa dan Rarra. Serial animasi anak bernuansa edukasi Islami ini dikenal luas sejak tayang di YouTube pada 2018 dan diproduksi studio The Little Giantz, yang juga bekerja sama dengan 4Stripe Productions serta kemudian dikaitkan dengan Visinema Studios.

Dua nama yang paling sering disebut dalam percakapan publik adalah Aditya Triantoro, co-founder The Little Giantz yang disebut pernah menjabat CEO, serta Annisa Hadiyanti, mantan co-founder The Little Giantz. Isu ini bermula dari unggahan warganet yang mempertanyakan kelanjutan episode Nussa dan Rarra, lalu berkembang menjadi rangkaian tudingan terkait persoalan rumah tangga dan relasi kerja di lingkungan perusahaan. Sejumlah unggahan juga menyinggung dugaan perselingkuhan yang disebut menjadi pemicu konflik.

Dalam sejumlah unggahan dan komentar di platform media sosial, Annisa menyatakan dirinya merupakan mantan co-founder The Little Giantz. Ia mengklaim pernah dikeluarkan dari perusahaan dan akses komunikasinya dengan internal manajemen terputus. Annisa juga menyebut adanya kabar pengalihan hak kekayaan intelektual (IP) Nussa Rara ke pihak lain tanpa keterlibatannya.

Perkembangan berikutnya menyentuh ranah hukum. Annisa menyatakan telah melaporkan Aditya Triantoro ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penggelapan dana royalti IP Nussa Rara, dengan nomor laporan LP/B/4188/XI/2025/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA tertanggal 19 Desember 2025. Ia turut menyinggung soal transparansi pembagian royalti serta potensi sengketa pengelolaan IP yang menurutnya perlu diperjelas.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang dipublikasikan dari pihak Aditya Triantoro maupun manajemen The Little Giantz untuk menanggapi klaim tersebut. Di tengah perhatian publik, kelanjutan perkara ini menunggu proses hukum dan klarifikasi para pihak, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Baca Juga  Toko Buku Terindah di Dunia yang Wajib Dikunjungi

Bagi penonton, isu ini memantik diskusi soal tata kelola IP dan mekanisme royalti di industri animasi. Publik diminta menunggu pembuktian dan keterangan resmi sebelum menarik kesimpulan.

Catatan verifikasi (untuk internal redaksi, tidak untuk tayang):

  • Produksi Nussa (rilis YouTube 2018) dan keterkaitan The Little Giantz–4Stripe–Visinema.

  • Peran Aditya Triantoro (co-founder/riwayat jabatan CEO) dan keterkaitan Annisa Hadiyanti sebagai co-founder.

  • Klaim Annisa soal pemutusan akses komunikasi dan kabar pengalihan IP.

  • Klaim laporan ke Polres Metro Jakarta Selatan beserta nomor LP dan tanggal, serta keterangan “belum ada respons resmi” saat publikasi. medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *