Inayah Wahid: Perjalanan Menjadi Ikon Sastra dan Teater Indonesia

[original_title]

Jackiecilley.com – Inayah Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, baru-baru ini menceritakan pengalaman pribadinya mengenai pilihan karier di dunia seni, khususnya teater. Dalam sebuah siaran podcast, Inayah, yang akrab disapa Nay, mengungkapkan bahwa keinginannya untuk masuk sekolah seni tidak mendapatkan dukungan dari ibunya, Sinta Nuriyah.

Dalam wawancara tersebut, Nay menuturkan, ketika ia menyampaikan hasratnya untuk mengejar pendidikan di bidang seni, ibunya bereaksi skeptis. Nay mencontohkan reaksi ibunya dengan mengatakan, “Ha, mau jadi apa,” yang menunjukkan ketidakpastian ibunya terhadap masa depan kariernya di industri seni. Sinta Nuriyah khawatir bahwa dunia seni tidak akan memberikan jaminan kehidupan yang layak. “Ah jangan, nggak bisa hiduplah di negara ini,” lanjut Nay, menirukan pernyataan ibunya.

Sebagai jalan tengah, Inayah kemudian memilih untuk memasuki jurusan Sastra Indonesia di sebuah perguruan tinggi, meski hatinya tetap terpaut pada dunia teater. “Itu dunia yang saya suka,” ungkap Nay. Dia melihat kuliah di Sastra Indonesia sebagai kompromi yang memfasilitasi kecintaannya pada teater.

Inayah berkata bahwa ia memanfaatkan pentas teater untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai isu sosial. “Karena memang persoalannya banyak banget dan nggak bisa kalau cuma diam-diam saja,” ujarnya. Dengan cara ini, Nay tidak hanya mengejar cita-citanya, tetapi juga berkontribusi terhadap diskursus sosial melalui seni pertunjukan.

Baca Juga  Menteri ESDM Perbolehkan Aceh Mengelola Hulu Migas 200 Mil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *