Jackiecilley.com – Hunian sementara (huntara) mulai dibangun di Desa Sahraja, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur, yang terisolir akibat bencana banjir bandang pada akhir November 2025. Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari, Muhammad Irwan, mengungkapkan bahwa saat ini proses pemulihan telah memasuki tahap pembangunan huntara.
Sejak bencana melanda, akses jalan menuju Desa Sahraja sempat terputus oleh tumpukan lumpur, namun kini sudah dibersihkan, dan pembersihan tersebut menjadi prioritas bagi TNI. “Pembangunan huntara ditargetkan selesai pada Idul Fitri 2026 dengan total 1.500 unit yang akan dibangun,” lanjut Irwan saat berbuka puasa bersama warga setempat.
Memantau situasi di kawasan tersebut, terlihat bahwa lahan untuk pembangunan huntara telah diratakan. Desa Sahraja adalah salah satu wilayah yang mengalami dampak terberat dari banjir tersebut, yang meninggalkan banyak warganya tanpa tempat tinggal.
Warga setempat, Rudi Jasa, menyatakan apresiasi terhadap bantuan yang diterima dari pemerintah dan para relawan. Dia menyebutkan bahwa pembangunan di desa ini terbilang lambat dibandingkan wilayah lain, lantaran akses yang sulit dan jarak dari pusat kota. “Kami berharap hunian baru dapat segera selesai, agar kami bisa pindah ke tempat yang lebih aman dari ancaman banjir,” paparnya.
Rudi juga menyampaikan bahwa warga di Dusun Sarah Gala berencana untuk direlokasi ke lokasi yang lebih tinggi demi keamanan. Pembangunan huntara diharapkan tidak hanya membantu pemulihan pascabencana, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak.