09 February 2026 – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan esdm rkab batu bara belum memberikan persetujuan atas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara untuk tahun 2026, menyusul beredarnya dokumen dan angka produksi yang diklaim telah disetujui. Bloomberg Technoz
Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara, Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Surya Herjuna, menyatakan sampai saat ini pihaknya masih dalam tahapan evaluasi seluruh proposal RKAB yang diajukan perusahaan tambang. Oleh sebab itu, informasi yang tersebar di media sosial maupun platform lain terkait besaran produksi dan persetujuan RKAB 2026 dianggap tidak valid dan tidak resmi.
Surya menjelaskan kepada media bahwa evaluasi dilakukan secara bertahap dan setiap perusahaan masih menunggu keputusan formal dari Ditjen Minerba. Ia menambahkan publik dan pelaku usaha harus mengacu pada pengumuman resmi dari Kementerian ESDM terkait dokumen kebijakan.
Pernyataan ini sekaligus merespons kekhawatiran pelaku industri yang muncul setelah peredaran dokumen tersebut memicu spekulasi tentang target produksi serta implikasi fiskal dan operasional di tahun berjalan. ESDM menegaskan bahwa angka produksi dan kebijakan fiskal belum bisa dipastikan sebelum proses evaluasi resmi rampung.
Tidak hanya itu, penegasan serupa juga menjadi tanggapan atas gejolak informasi yang kerap muncul dalam konteks industri energi dan sumber daya mineral, yang bisa berdampak pada keputusan investasi dan stabilitas pasar energi domestik jika diterima sebagai fakta tanpa verifikasi sumber resmi.
Kementerian ESDM mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk merujuk pada rilis resmi kementerian dan Ditjen Minerba sebagai sumber utama informasi sampai ada konfirmasi final terkait RKAB batu bara 2026.