Jackiecilley.com – Spanyol secara tegas menolak penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang Iran, suatu tindakan yang dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap hukum internasional. Penolakan ini muncul setelah serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dikutuk oleh Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sebagai pelanggaran hukum internasional. Sanchez menekankan perlunya dialog untuk mencari solusi damai dan mengakhiri konflik di wilayah tersebut.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Selasa, pemerintah Spanyol menyatakan bahwa Amerika Serikat harus menghormati hukum internasional serta perjanjian perdagangan yang ada dengan Uni Eropa. Ini disampaikan sebagai respons terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang berencana untuk memutus semua perdagangan dengan Uni Eropa. Spanyol menegaskan memiliki kapasitas untuk mengatasi dampak potensial dari embargo perdagangan AS.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengonfirmasi bahwa pangkalan militer yang dikelola bersama oleh Spanyol dan AS tidak akan diizinkan untuk digunakan dalam operasi yang bertentangan dengan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya atau bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut Albares, keputusan ini diambil demi menjaga kedaulatan dan komitmen Spanyol terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.
Dengan penolakan ini, Spanyol menunjukkan sikap yang berani di tengah ketegangan yang meningkat antara Tehran dan Washington, serta komitmennya untuk mendorong resolusi konflik melalui cara-cara yang damai. Penolakan terhadap intervensi militer yang tidak beralasan semakin mencerminkan posisi diplomatik Spanyol di panggung dunia.