Jackiecilley.com – DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti masalah penyebaran lahan kelapa sawit yang terindikasi luasnya mencapai 4.000 hektare di beberapa wilayah, termasuk Cirebon, Kuningan, dan Ciamis. Peringatan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD, Ono Surono, dalam sebuah konferensi pers di Bandung pada Selasa.
Ono menekankan pentingnya tindakan cepat dalam menghentikan penanaman baru yang terdeteksi di lahan seluas 2,5 hektare. Langkah ini dianggap sebagai upaya pencegahan untuk menjaga karakteristik lahan di Jawa Barat. “Mumpung belum terjadi penanaman secara masif, kita ingin memastikan komitmen bersama agar Jawa Barat tetap konsisten mengembangkan komoditas yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Dalam inspeksi lapangan di Kabupaten Cirebon, Ono menemukan penanaman awal sebanyak 400 batang kelapa sawit yang berusia sekitar lima bulan. Proyek ini dilakukan melalui kerja sama di mana perusahaan menanggung seluruh biaya tanam dan perawatan. Namun, setelah dialog dengan pihak perusahaan dan petani, mereka menyatakan kesiapannya untuk mematuhi Surat Edaran Gubernur tentang pelarangan penanaman sawit, serta bersedia mengganti komoditas.
Ono menegaskan bahwa para petani berkomitmen untuk beralih ke tanaman yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, seperti mangga atau komoditas pertanian hortikultura lainnya. Komitmen ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Barat.