Jackiecilley.com – Perum Bulog mengumumkan rencana penerapan program beras satu harga yang khusus untuk jenis beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa inisiatif ini dimaksudkan untuk memastikan harga beras SPHP seragam di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp12.500 per kilogram.
Rencana ini masih dalam tahap perencanaan dan akan melibatkan estimasi jumlah beras yang tersedia saat ini, yang dinilai cukup besar. Rizal menjelaskan bahwa program tersebut akan memungkinkan pengecer meraih keuntungan sekitar Rp1.500 per kilogram, sehingga diharapkan bisa menjadi solusi dalam stabilisasi harga beras di pasar.
Menurut Rizal, meskipun pertemuan formal untuk membahas kebijakan ini masih perlu dilakukan, konsep penerapan beras satu harga telah mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Pangan dan Menteri Pertanian, serta Presiden Prabowo Subianto. Rizal juga menyatakan bahwa langkah ini diambil seiring dengan pencapaian swasembada pangan beras yang ditargetkan pada tahun 2025.
Lebih lanjut, Rizal menegaskan peran aktif Bulog dalam mendukung swasembada pangan nasional, terutama setelah Indonesia berhasil tidak melakukan impor beras sepanjang 2025. Keberhasilan ini telah dideklarasikan oleh Presiden Prabowo dalam acara di Karawang, Jawa Barat, menandakan adanya kemajuan signifikan dalam produksi pangan domestik.
Puncak keberhasilan swasembada pangan beras ditandai dengan stok Bulog yang mencapai 4,5 juta ton per Juli 2025, menunjukkan kekuatan pertanian lokal dan efektivitas pengelolaan cadangan nasional. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pangan di Indonesia.