Bappenas Tingkatkan Akses Keuangan Syariah di Kalimantan Selatan

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah berupaya meningkatkan potensi ekonomi di Kalimantan Selatan melalui pemanfaatan data, termasuk Indeks Keuangan Akses Daerah (IKAD). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat akses keuangan inklusif, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sektor produktif dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam Rapat Koordinasi Daerah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Selatan pada Senin, Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara Bappenas, Rosy Wediawaty, menjelaskan pentingnya menghubungkan potensi desa dengan akses keuangan. Saat ini, sektor ekonomi di provinsi ini didominasi oleh pertambangan dengan kontribusi sebesar 29,47 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Meski sektor pertambangan mendominasi, Rosy menunjukkan adanya peluang signifikan di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang masing-masing memberikan kontribusi 11,55 persen, serta sektor industri pengolahan sebesar 10,95 persen. Tercatat, terdapat 849 desa yang berfokus pada tanaman pangan dan 634 desa di sektor perkebunan, serta 119 desa di perikanan dan 30 desa di hortikultura.

Untuk mendukung ekosistem perekonomian, Kalimantan Selatan telah dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai, termasuk 1.054 pasar, 822 mini market, dan 1.647 restoran. Selain itu, 214 Koperasi Unit Desa dan 244 Koperasi Simpan Pinjam dapat menjadi pendorong bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rosy menambahkan bahwa Bappenas berkomitmen untuk menyelaraskan infrastruktur fisik dengan akses pembiayaan syariah, guna memastikan transformasi ekonomi digital sejalan dengan kearifan lokal di wilayah tersebut.

Baca Juga  Raisa, Andien, dan Denny Caknan Tampil Memukau di Jazz Traffic 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *