Jackiecilley.com – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah memaksa 1.822 warga atau 606 keluarga mengungsi. Hingga Jumat, 17 Januari, jumlah pengungsi ini terus mengalami peningkatan akibat curah hujan tinggi yang belum reda, dengan data pengungsi yang bersifat dinamis dan bisa berubah seiring perkembangan situasi.
Eko Hari Djatmiko, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, menyampaikan bahwa jumlah pengungsi masih akan diperbarui seiring waktu. “Per hari ini total pengungsi mencapai 1.822 jiwa. Angka ini akan terus kami perbarui karena kondisinya masih berkembang,” ujarnya di Kudus.
Pengungsi didominasi oleh perempuan dengan proporsi lebih dari 60 persen, terdiri dari warga yang berasal dari berbagai desa terdampak banjir, seperti Pasuruhan Lor, Jati Wetan, dan Gulang. Mereka kini mencari perlindungan di sebelas lokasi pengungsian yang beragam, termasuk Gedung NU Center dan Balai Desa Karangrowo. Lokasi dengan pengungsi terbanyak adalah Gedung DPRD Kudus, yang menampung 396 orang.
Sementara itu, Eko juga menjelaskan bahwa banjir masih terjadi di berbagai wilayah, tetapi ada tanda-tanda permulaan surut di beberapa tempat. Pemerintah setempat berharap Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat membantu mengurangi intensitas hujan.
BPBD telah memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti makanan, minuman, dan perlengkapan kebersihan. Mereka juga menyediakan mainan anak sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak yang terdampak. Sebelumnya, jumlah pengungsi pada Rabu, 14 Januari, tercatat sebanyak 596 jiwa, yang menunjukkan peningkatan signifikan akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.