Jackiecilley.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia akan membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, dalam upaya diversifikasi sumber energi. Pernyataan ini disampaikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Selasa (16/3), menyusul ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Bahlil menyatakan bahwa pemerintah tidak membatasi sumber impor hanya dari satu negara. “Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif,” tuturnya. Langkah ini menjadi krusial setelah Amerika Serikat mencabut sanksi yang sebelumnya diberlakukan terhadap Rusia, sehingga memberikan akses kembali untuk pembelian minyak dari negara tersebut.
Selain Rusia, Indonesia juga menghadapi peluang baru dengan melakukan penjajakan kerja sama energi bersama Brunei Darussalam. Dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Brunei, pembicaraan berfokus pada transfer teknologi dan potensi pasokan gas C3 dan C4 yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku LPG. “Kita bisa ambil punya mereka juga atau kita bangun industri LPG di sana untuk objekannya di Indonesia,” lanjut Bahlil.
Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah telah mendorong Indonesia untuk mencari alternatif sumber impor. Sejak itu, pemerintah mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari Timur Tengah ke Amerika Serikat dan negara lain untuk menjaga ketahanan energi nasional. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang merencanakan peningkatan impor dari Amerika, tetapi masih dalam tahap negosiasi.
Dengan mengubah pola impor, diharapkan Indonesia dapat menjaga stabilitas pasokan energi dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar global.