Jackiecilley.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengedepankan pembangunan perkebunan berkelanjutan dengan menerapkan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan kebun sawit dilakukan secara ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjaga kelestarian alam.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya sertifikasi tersebut dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani swadaya. Pelaksanaan sertifikasi ISPO dilanjutkan dengan program Sustainable Landscape Initiative in Kutai Timur (Sustain Kutim) untuk periode 2026–2030, yang telah resmi diluncurkan di Sangatta. Program ini melibatkan dinas terkait, perusahaan kelapa sawit, dan perwakilan koperasi pekebun swadaya.
Ardiansyah menjelaskan, meskipun kelapa sawit menjadi salah satu sumber ekonomi utama, pihaknya tetap berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan petani dan penguatan koperasi, tanpa mengabaikan aspek lingkungan. Pada fase pertama program, sebanyak sembilan koperasi di Kecamatan Bengalon dan Rantau Pulung telah menerima sertifikat ISPO dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Melihat ke depan, Sustain Kutim mengutamakan lima bidang fokus, termasuk perlindungan ekosistem dan penerapan praktik pertanian yang baik. Program ini didukung oleh berbagai organisasi internasional dan bertujuan meningkatkan daya saing sawit lokal di pasar global serta memastikan distribusi manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat.
Pemkab Kutai Timur menargetkan investasi hilirisasi sawit senilai Rp3 triliun, memanfaatkan potensi 500 ribu hektare kebun sawit dan 38 pabrik CPO di kawasan ekonomi khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan, yang diharapkan menjadi pusat pengembangan hilirisasi kelapa sawit ke depan.