CIPS Dorong Perbaikan Sawit Swadaya untuk Cegah Kerugian Besar

[original_title]

Jackiecilley.com – Peningkatan produktivitas petani sawit swadaya di Indonesia menjadi isu penting yang harus segera ditangani untuk menghindari potensi kehilangan produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp70,3 triliun. Hal ini disampaikan oleh Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) dalam sebuah diskusi media di Jakarta, Selasa.

CEO CIPS, Anton Rizki, mengungkapkan bahwa saat ini, produktivitas petani sawit swadaya baru mencapai 26,5 persen dari potensi maksimal mereka. Sekitar 41 persen petani sawit di Indonesia merupakan petani independen yang memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan hasil pertanian mereka. “Jika tidak ada perbaikan, kami memperkirakan kehilangan pendapatan PDB bisa sangat signifikan,” ujarnya.

Diskusi tersebut juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi petani, seperti masalah legalitas, akses terhadap permodalan, dan kebutuhan untuk peremajaan kebun. Peneliti Senior CIPS, Rahmad Supriyanto, menambahkan bahwa tanpa perbaikan, Indonesia berisiko kehilangan produksi CPO hingga 4,73 juta ton dan meningkatkan ketergantungan pada impor.

CIPS merekomendasikan agar terjadi peningkatan investasi yang lebih besar bagi petani sawit, baik dalam bentuk pendanaan maupun dukungan kebijakan. Pendekatan yang berkesinambungan dalam penguatan kelembagaan juga dirasakan penting untuk mendorong produktivitas yang lebih baik. Studi menyatakan bahwa banyak petani saat ini terhambat oleh umur tanaman yang tidak produktif dan rendahnya akses terhadap teknik budidaya modern.

Guntur Cahyo Prabowo, dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), menambahkan bahwa sertifikasi harus dilihat sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung meningkatkan kapasitas dan daya saing petani. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan perluasan lahan untuk pertumbuhan,” ujarnya. Jika isu-isu ini tidak diselesaikan, potensi ekonomi dari sektor sawit akan terus terabaikan.

Baca Juga  Pria Ditangkap Usai Mengemudikan Tesla Cybertruck ke Dalam Danau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *