Wamenko Pangan: Penghapusan HET Gula Butuh Diskusi Mendalam

[original_title]

Jackiecilley.com – Usulan penghapusan harga eceran tertinggi (HET) gula dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) masih dalam tahap pembahasan, menurut Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Pernyataan ini disampaikan saat acara Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta. Hanif menjelaskan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan usulan tersebut dengan cermat dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil mencerminkan kepentingan semua pemangku kepentingan.

Hanif menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembahasan ini, menyatakan bahwa pengambilan keputusan hanya dapat dilakukan setelah melibatkan berbagai unsur dalam tim. Meskipun demikian, rincian lebih lanjut mengenai usulan penghapusan HET gula belum dapat dipublikasikan karena masih dalam proses evaluasi.

APTRI mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gula menjadi Rp16.875 per kilogram sambil menghilangkan HET di tingkat konsumen. Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen menyebutkan bahwa usulan tersebut didasarkan pada analisis mendalam mengenai biaya produksi dan keseimbangan nilai ekonomi gula. Saat ini, HPP gula di tingkat produsen ditetapkan sebesar Rp14.500 per kilogram.

Menurut APTRI, penghapusan HET akan memberi peluang pada pabrik gula berkualitas untuk meningkatkan mutu produk serta memberikan keuntungan lebih bagi petani. Asosiasi itu juga merekomendasikan pembentukan cadangan gula nasional untuk menjaga stabilitas pasar. Diharapkan, evaluasi terhadap kebijakan HPP dan HET dapat segera dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, terutama dalam menghadapi kenaikan biaya produksi.

Baca Juga  Empat Siswa SMPN Jonggol Diduga Keracunan Makanan Pengantar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *