Dudung Abdurachman Ungkap Anak Keluarga Mampu Kurang Gizi Gratis

[original_title]

Jackiecilley.com – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan disesuaikan agar tidak mencakup anak-anak dari keluarga mampu sebagai penerima manfaat. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan gizi yang diberikan tepat sasaran, sejalan dengan target Badan Gizi Nasional (BGN) yang sedang melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat.

Dudung menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan terutama di sekolah-sekolah di wilayah perkotaan, di mana mayoritas siswa berasal dari latar belakang ekonomi yang lebih baik. Sebagai contoh, Dudung mengungkapkan bahwa sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta, SMP Santo Aloysius, hanya sekitar 40 persen siswanya yang berhak atas bantuan. Evaluasi serupa juga akan diterapkan pada sekolah lainnya untuk menentukan apakah siswa di sana membutuhkan intervensi gizi.

Dudung menekankan bahwa efisiensi dalam distribusi bantuan bukan sekadar pemangkasan anggaran, melainkan untuk memastikan bahwa dukungan gizi diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Ia menyatakan bahwa anak-anak dari keluarga berpenghasilan tinggi tidak akan menjadi sasaran program ini.

Sementara itu, Kepala BGN Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa mereka sedang menata kembali data penerima manfaat. Saat ini, terdapat 63 juta orang dalam daftar awal, namun akan dilakukan evaluasi lebih lanjut. Nanik berpendapat bahwa anak-anak yang bersekolah di institusi dengan fasilitas baik umumnya sudah mendapatkan gizi yang cukup dari rumah, sehingga dukungan pemerintah akan difokuskan pada kelompok yang lebih rentan terhadap masalah gizi.

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program Makan Bergizi Gratis dan memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Baca Juga  Rset Kampus Harus Sesuaikan Diri dengan Kebutuhan Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *