POPIS: Pengelolaan Perdagangan Sawit Kunci Stabilitas Industri

[original_title]

Jackiecilley.com – Perkumpulan Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI) menegaskan pentingnya perbaikan regulasi dalam tata kelola perdagangan sawit untuk menjaga stabilitas ekosistem industri nasional. Hal ini muncul setelah pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), sebuah badan usaha milik negara yang ditugaskan untuk meningkatkan tata kelola ekspor komoditas strategis, termasuk sawit.

Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, menyatakan bahwa kebijakan terkait tata niaga sawit harus mempertimbangkan dampaknya terhadap seluruh rantai pasok industri, terutama bagi petani swadaya yang merupakan pemasok utama. Ia mendukung inisiatif pemerintah untuk menutup kebocoran devisa yang merugikan penerimaan negara, termasuk praktik under-invoicing yang diduga terjadi.

“Semakin meningkatnya devisa negara akan berimbas positif pada program-program pembangunan bagi masyarakat,” ungkap Mansuetus. Namun, ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan baru, seperti wacana ekspor satu pintu, disusun dengan hati-hati untuk tidak mengganggu stabilitas ekosistem sawit yang melibatkan jutaan petani.

DSI bertugas mengelola transaksi ekspor sejumlah komoditas penting, termasuk minyak sawit mentah (CPO). Pembentukan DSI dianggap sebagai langkah strategis pemerintah untuk menutup potensi kerugian negara akibat praktik-praktik buruk dalam perdagangan.

Mansuetus menekankan bahwa regulasi yang jelas, transparansi dalam tata kelola, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan. DSI diharapkan mampu menjaga kelancaran pembayaran dan stabilitas harga agar kesejahteraan petani tetap terjamin di tengah perbaikan tata kelola. Kejelasan dan kepastian dalam regulasi harus menjadi fokus utama agar industri sawit Indonesia terus berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga  Atasi Insiden Berkendara Motor Trail di Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *