Kemenag Pertimbangkan Usulan Biaya Haji dari Dua Maskapai

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Haji dan Umrah, Mochamaf Irfan Yusuf, mengumumkan rencana pemerintah untuk menghitung ulang kebutuhan anggaran terkait usulan penyesuaian biaya haji. Ini mengikuti permintaan dari Garuda Indonesia dan Saudia Airlines yang mencantumkan kenaikan harga avtur akibat dampak perang di wilayah Timur Tengah. Irfan menegaskan bahwa harga avtur yang diajukan keduanya masih di atas 100 sen dolar AS per liter. Namun, dengan adanya gencatan senjata, harga diharapkan dapat turun, sehingga anggaran haji akan disesuaikan kembali.

Sebelum konflik, biaya rata-rata penerbangan per jamaah haji diperkirakan sekitar Rp33,5 juta. Namun, setelah harga minyak melonjak akibat perang, maskapai mengusulkan biaya tambahan yang signifikan. Dalam skenario tanpa perubahan rute penerbangan, biaya per orang bisa meningkat menjadi Rp46,9 juta, sementara rerouting bisa menyebabkan biaya naik menjadi Rp50,8 juta. Garuda Indonesia mengajukan tambahan biaya sekitar Rp7,9 juta per orang, sementara Saudi Airlines meminta kenaikan sebesar 480 dolar AS.

Irfan menegaskan bahwa usulan yang diberikan maskapai tidak akan diterima begitu saja. Evaluasi menyeluruh masih dilakukan dengan memperhatikan berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga bahan bakar global. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan sumber pembiayaan tambahan yang mungkin berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membebani jamaah dengan biaya tambahan, sebagaimana diamanatkan oleh Presiden. Dengan langkah ini, diharapkan biaya haji tetap terjangkau bagi semua calon jamaah.

Baca Juga  Real Betis Penuhi Target, Kalahkan Panathinaikos 4-0 di Liga Europa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *