Jackiecilley.com – Serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran dianggap sebagai tindakan brutal yang dapat merusak tatanan internasional. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan pandangannya mengenai hal ini pada Senin (2/3), setelah serangan itu terjadi pada Sabtu (27/2). Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi memicu konflik global yang tak terkendali serta meningkatkan radikalisme dan ekstremisme.
Dalam rilisnya, Gus Yahya juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Imam Ali Khamenei yang menjadi salah satu akibat dari serangan tersebut. Ia mengajak umat Islam dan komunitas internasional untuk mendoakan agar bangsa Iran mampu melewati masa sulit ini dengan kekuatan.
Di sisi lain, Gus Yahya turut menyoroti bahwa Iran juga telah melakukan serangan terhadap berbagai negara tanpa alasan yang jelas, yang dapat menjaga konflik semakin meningkat. Ia menjelaskan bahwa meskipun tindakan tersebut berasal dari kemarahan, serangan itu justru akan memperburuk situasi.
PBNU menyerukan kepada masyarakat internasional untuk kembali menegakkan konsensus tatanan internasional, dengan PBB sebagai strukturnya, agar dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga tatanan dunia secara efektif. Ia juga meminta Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya deeskalasi konflik dengan mengedepankan resolusi yang damai dan bermartabat, sesuai dengan amanat konstitusi.
Gus Yahya berharap Pemerintah Indonesia memanfaatkan posisinya di dalam organisasi internasional untuk mendesak AS, Israel, dan aktor terkait lainnya menghentikan kekerasan serta memilih jalan yang berorientasi pada perdamaian.