Mengenal Demensia Usia Muda: Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

[original_title]

Jackiecilley.com – Demensia usia muda, atau yang dikenal sebagai Young Onset Dementia (YOD), merupakan kondisi yang sering disalahpahami sebagai penyakit yang hanya menyerang orang tua. Namun, penelitian menunjukkan bahwa demensia ini bisa muncul sebelum seseorang menginjak usia 65 tahun, bahkan pada mereka yang berusia 30-an. Penurunan fungsi kognitif ini memerlukan perhatian serius, terutama karena keterlambatan diagnosis yang dapat terjadi antara 3 hingga 5 tahun. Gejala awal seringkali tidak terlihat jelas dan dapat disalahartikan sebagai masalah kesehatan mental lainnya.

YOD dihadapi oleh individu yang umumnya masih dalam fase produktif kehidupan. Hal ini menciptakan dampak psikososial yang berat, terutama bagi mereka yang memiliki tanggung jawab mengurus anak-anak atau orang tua. Penyebab YOD bervariasi, mulai dari demensia primer seperti Alzheimer, demensia frontotemporal, hingga demensia vaskular. Di samping itu, faktor gaya hidup, seperti merokok dan trauma kepala, serta faktor genetik, juga berkontribusi terhadap risiko penyakit ini.

Gejala yang perlu diwaspadai mencakup gangguan memori jangka pendek hingga perubahan perilaku mendasar. Sementara itu, langkah pencegahan yang bisa diterapkan sejak dini mencakup kebiasaan hidup sehat, seperti olahraga teratur, manajemen tekanan darah, dan rutin bersosialisasi untuk menjaga kesehatan kognitif.

Meskipun saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan demensia, deteksi dini dan perubahan gaya hidup dapat membantu memperlambat perkembangan gejala. Kesadaran terhadap tanda-tanda awal demensia dan konsultasi dengan ahli kesehatan menjadi kunci untuk menghadapi kondisi ini dengan lebih baik.

Baca Juga  Bahlil: Lelang EPC Proyek Gas Blok Masela Akan Dilakukan 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *