Jackiecilley.com – Setiap kali perayaan Tahun Baru Imlek tiba, berbagai tradisi menyemarakkan suasana, seperti kembang api dan dekorasi merah. Dasar dari kemeriahan ini terletak pada legenda kuno tentang Monster Nian. Dalam mitologi Tiongkok, Nian adalah makhluk buas dengan bentuk seperti banteng dan kepala singa, yang konon tinggal di laut dalam atau pegunungan.
Konon, setiap malam pergantian tahun, Nian keluar dari tempat persembunyiannya untuk memangsa ternak dan hasil bumi masyarakat. Legenda ini membuat penduduk desa merasakan ketakutan yang mendalam saat musim dingin berakhir. Ketakutan tersebut berujung pada penemuan kelemahan Monster Nian — warna merah, suara keras, dan cahaya terang. Cara ini menjadi inti dari tradisi yang berkembang, di mana masyarakat mengenakan dekorasi merah dan menyalakan petasan untuk mengusir makhluk tersebut.
Tradisi ini dikenal dengan nama Guo Nian yang berarti “melewati tahun” atau mengalahkan Nian. Hal ini menyiratkan upaya kolektif masyarakat untuk menghadapi ketakutan dan merayakan kebersamaan. Hingga kini, tradisi tersebut terus diwariskan dan menjadi bagian penting dari perayaan Tahun Baru Imlek.
Melalui tradisi yang berakar dari mitos ini, masyarakat tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga mengajarkan nilai keberanian dalam menghadapi ketakutan bersama. Meskipun Monster Nian dianggap sebagai mitos, pelajaran yang ditawarkannya tetap relevan dalam konteks modern, mengingat pentingnya komunitas dalam mengatasi tantangan dan menyambut harapan baru di tahun yang akan datang.