Rusia Targetkan Alexey Navalny dengan Racun Berbahaya

[original_title]

Jackiecilley.com – Lima negara NATO Eropa, yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Swedia, dan Belanda, menuduh Rusia terlibat dalam kematian musuh politik Presiden Vladimir Putin, Alexey Navalny, dengan menggunakan racun katak panah yang sangat berbahaya. Tuduhan ini dilontarkan pada Sabtu, 14 Februari 2026, berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap sampel jaringan dari tubuh Navalny.

Dalam pernyataan bersama, kelima negara tersebut mengungkapkan bahwa sampel menunjukkan adanya racun mematikan yang dikenal sebagai epibatidine, yang berasal dari katak panah liar di Amerika Selatan. Racun ini diketahui 200 kali lebih kuat daripada morfin, dan dianggap sebagai sebab utama kematian Navalny. Negara-negara tersebut menyatakan keyakinan bahwa Rusia memiliki sarana, motif, dan kesempatan untuk melakukan tindakan tersebut.

Navalny, seorang aktivis anti-korupsi yang dikenal berani melawan rezim Kremlin, meninggal dunia pada 16 Februari 2024, saat menjalani hukuman penjara selama 19 tahun yang dia anggap bermotivasi politik. Kematian ini mengundang perhatian internasional dan menambah ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menanggapi tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa dia akan memberikan komentar setelah hasil tes dipublikasikan, yang hingga saat ini belum dilakukan. Kelima negara NATO juga telah melaporkan Rusia kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia terkait dugaan pelanggaran Konvensi Senjata Kimia. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari organisasi tersebut mengenai laporan tersebut.

Baca Juga  Kemenhub Perkuat Pengelolaan Pelabuhan Lembar Melalui Konsesi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *