Generasi Mandiri Digital Hadapi Tantangan Keterasingan Sosial

[original_title]

Jackiecilley.com – Pendidikan di era disrupsi teknologi menghadapi tantangan signifikan. Generasi muda saat ini dianggap mandiri dalam aspek digital, namun ditemukan rentan dalam aspek sosial dan emosional. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri, Muhammad Ichsan, yang menyatakan bahwa pendidikan sekarang harus berfokus tidak hanya pada apa yang diajarkan, tetapi juga mengapa dan bagaimana cara mengajarkannya.

Dalam rangka peringatan 32 tahun kiprah Yayasan Nurul Fikri, pihaknya menggelar kegiatan Fun Walk yang bertujuan memperkuat rasa kebersamaan. Kegiatan ini diadakan pada Minggu, 8 Februari 2026, dengan melibatkan sekitar 700 peserta dari berbagai unsur keluarga besar Nurul Fikri. Rute yang diambil dimulai dari Pesona Square, menyusuri jalur Car Free Day di Margonda, Depok, dan kembali ke titik start.

Muhammad Ichsan menekankan bahwa kegiatan berjalan kaki mencerminkan egalitarianisme, di mana semua peserta bergerak dengan kecepatan dan tujuan yang sama. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai pondasi ketahanan mental dan intelektual. Melalui Fun Walk ini, Nurul Fikri ingin menanamkan nilai-nilai seperti resiliensi, harmonisasi dalam keberagaman, dan kesadaran lingkungan.

Kegiatan Fun Walk ini bukan hanya sekedar ajang olahraga, tetapi juga sebagai simbol kemajuan yang konsisten dan komitmen untuk pendidikan berkelanjutan serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan pendekatan yang lebih personal dalam pendidikan, diharapkan generasi mendatang dapat menjadi lebih tangguh dan seimbang dalam kehidupan sosial dan emosional mereka.

Baca Juga  Mandalika Siapkan Program Wisata Seru untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *