Jackiecilley.com – Pengamat pasar modal Hendra Wardana memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami koreksi lanjutan dalam jangka pendek pada perdagangan Selasa (10/02). Penundaan review indeks Indonesia oleh FTSE Russell untuk Maret 2026 dinilai sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi sentimen pelaku pasar, terutama investor institusi global.
Hendra menjelaskan bahwa penundaan tersebut, meski bersifat teknis, dapat mendorong investor untuk mengambil sikap “wait and see”. Hal ini mengingat minimnya katalis positif dari pasar global, yang dapat mendorong IHSG untuk menguji ulang area support terdekat. Ia mengindikasikan bahwa level 7.863 akan menjadi support penting, di mana minat beli diharapkan muncul. Jika level ini dipertahankan, koreksi dapat dianggap sebagai pullback yang wajar, bukan sinyal pembalikan tren yang lebih dalam.
Ia juga meramalkan bahwa area 8.100 menjadi resistance kuat, dan tanpa adanya katalis kuat dari kebijakan domestik maupun global, IHSG kemungkinan tidak akan menembus level tersebut dalam waktu dekat. Ke depan, pelaku pasar akan fokus pada perkembangan reformasi pasar modal Indonesia menjelang review kuartalan FTSE berikutnya pada Juni 2026.
Hendra menegaskan pentingnya kepastian arah kebijakan free float dan implementasinya untuk mengembalikan kepercayaan penyedia indeks global. Ia menyebutkan bahwa keputusan FTSE adalah sinyal penting namun tidak berdampak pada penurunan kualitas fundamental pasar modal Indonesia. Dalam jangka pendek, perubahan indeks FTSE untuk Indonesia akan terhenti, membawa dampak stabil terhadap aliran dana pasif asing meski berpotensi mengurangi inflow ke saham baru.
IHSG ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya dengan posisi 8.031,87, dan frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.273.046 kali, menunjukkan dinamika yang masih aktif di pasar.