Dukungan China untuk Iran Jika Terjadi Invasi AS

[original_title]

Jackiecilley.com – China diragukan akan memberikan dukungan kepada Iran jika terjadi invasi oleh militer Amerika Serikat. Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat setelah AS mengancam untuk menyerang Teheran, menyusul demonstrasi besar-besaran di Iran akibat kesulitan ekonomi dan ketidakpuasan politik yang berkepanjangan, yang menjadi tantangan signifikan bagi kepemimpinan Iran baru-baru ini.

Pada awal bulan Januari, demonstrasi tersebut memunculkan reaksi keras dari Presiden Donald Trump, yang mengerahkan angkatan bersenjata AS ke wilayah Timur Tengah. Selain itu, dia menuntut Iran untuk membatasi program nuklir dan pengembangan rudal balistik, yang semakin memperuncing situasi. Dalam mendukung otoritas Iran, China dilaporkan membantu dalam menerapkan pemadaman komunikasi selama kerusuhan ini.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada 15 Januari, mengecam ancaman AS yang dinilai sebagai tanda “kembali ke hukum rimba”, dan menawarkan untuk memainkan peran konstruktif dalam membantu Iran. Di tengah ketegangan yang meningkat, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran berencana menggelar latihan Angkatan Laut bersama dengan China dan Rusia pada pertengahan Februari di Samudra Hindia utara.

Spekulasi mengenai bantuan militer China kepada Iran semakin ramai, mengingat kedekatan hubungan antara kedua negara yang telah berlangsung lama. Sejak terkena sanksi AS, Iran menjadikan China sebagai mitra ekonomi utama untuk akses perdagangan dan dukungan politik. Kerjasama ini semakin erat, khususnya setelah terjadinya konflik dengan Israel pada tahun 2025, yang mendorong kedua negara memperluas perjanjian kerjasama keamanan, memperkuat pertukaran intelijen terhadap ancaman yang dirasakan.

Baca Juga  Cianjur Siaga Bencana Hingga Tujuh Bulan Mendatang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *