Usaha Tekan Stunting Melalui Pemberian Makanan dan Edukasi Gizi

[original_title]

Jackiecilley.com – Masalah stunting di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya edukasi masyarakat tentang pemenuhan gizi untuk anak. Kondisi ini berdampak pada kesehatan individu, kualitas sumber daya manusia, dan keberlanjutan ekonomi daerah. Dalam upaya mengatasi hal ini, keterlibatan dunia usaha, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, menjadi semakin penting.

Untan dengan tantangan tersebut, Paramount Land meluncurkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di wilayah pengembangan Paramount Petals, Kabupaten Tangerang, pada Januari 2026. Program ini dirancang khusus untuk balita yang terindikasi stunting dan memberikan fokus pada pemenuhan asupan gizi serta edukasi untuk orang tua.

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi dengan kader posyandu, tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat. Selain penyaluran makanan bergizi, program ini juga menyertakan edukasi tentang pola makan seimbang dan pemantauan pertumbuhan anak. Tujuannya adalah untuk mengatasi akar masalah stunting secara menyeluruh, bukan hanya dengan solusi jangka pendek.

Sejak 2014, Paramount Land telah konsisten mengimplementasikan berbagai program CSR di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Manajemen perusahaan menekankan pentingnya investasi sosial dalam kesehatan anak sebagai fondasi untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya saing.

Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menyatakan bahwa upaya perusahaan dalam pemberantasan stunting adalah bentuk kesadaran akan tanggung jawab sosial. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain dampak positif bagi gizi balita, program ini juga memperkuat kapasitas kader posyandu dan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya nutrisi.

Dalam jangka panjang, diharapkan edukasi gizi akan berkontribusi pada penurunan angka stunting secara berkelanjutan, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Baca Juga  BBM Langka di Labuan Bajo, Kapal Wisata Perlu Nota Pembelian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *