Jackiecilley.com – Pengunduran diri massal dari jajaran pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapat perhatian dari Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. Direktur Eksekutif BEI, Iman Rachman, dan Ketua OJK, Mahendra Siregar, bersama beberapa pejabat tinggi lainnya mengumumkan keputusan tersebut, yang dinilai Said sebagai langkah positif dalam menjaga integritas dan pertanggungjawaban etik.
Said menyatakan bahwa tindakan pengunduran diri ini mencerminkan keteladanan yang jarang terlihat di Indonesia. Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bursa dan suasana pasar modal di tanah air. “Kita berharap tindakan ini akan memperkuat kepercayaan pada pasar modal,” kata Said dalam keterangannya pada 31 Januari 2026.
Namun, ia juga menekankan bahwa pengunduran diri tersebut tidaklah cukup untuk mempertahankan kepercayaan investor. Said meminta agar OJK sebagai regulator melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kebijakan yang ada, terutama terkait dengan kebijakan free float yang selama ini dinilai kurang optimal.
Beberapa waktu lalu, pada 3 Desember 2025, Banggar DPR bersama OJK dan BEI telah menggelar rapat kerja yang menghasilkan kesepakatan untuk memperbaiki kebijakan free float dalam perdagangan saham. Said menegaskan pentingnya reformasi kebijakan tersebut untuk meningkatkan likuiditas pasar, mencegah manipulasi harga, dan memperkuat transparansi transaksi di bursa.
Diharapkan dengan adanya pembenahan ini, pasar modal Indonesia dapat menjadi lebih dipercayai oleh investor, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik ke depannya.