Konjen China Sambut Peluang Ekspor Produk Arak Bali

[original_title]

Jackiecilley.com – Konsul Jenderal China, Zhang Zhisheng, mengungkapkan potensi ekspor produk Bali ke Tiongkok, terutama arak, dalam sebuah simposium di Denpasar, Bali, pada hari Jumat. Ia menilai pasar Tiongkok menjanjikan dan menunjuk relaksasi kebijakan fiskal di Provinsi Hainan sebagai faktor pendorong. “Saya berharap rencana bisnis ini dapat memfasilitasi arak ke pasar Tiongkok,” ujar Zhang.

Zhang menjelaskan bahwa Provinsi Hainan akan memberlakukan operasi pabean khusus pada Desember 2025, yang memungkinkan tarif rendah dan sistem perpajakan yang sederhana. Hainan juga memfasilitasi jalur langsung untuk perusahaan global yang ingin memasuki pasar Tiongkok. “Produksi dengan nilai tambah 30 persen dapat dipasarkan ke Tiongkok tanpa bea masuk,” tambahnya.

Peluang ini mendukung produk unggulan seperti buah tropis, kopi, dan minyak kelapa sawit untuk memanfaatkan proses kepabeanan yang lebih efisien. Selain itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, baru saja memperingati Hari Arak ke-6 yang bertepatan dengan lahirnya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020. Regulasi ini bertujuan melindungi dan mengatur produksi serta peredaran arak Bali.

Bali saat ini memiliki 58 merek arak lokal yang dianggap mampu bersaing dengan produk internasional. Kementerian Perindustrian juga telah memberikan izin produksi arak kepada provinsi tersebut. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, minuman beralkohol termasuk dalam 10 besar komoditas ekspor Bali, dengan total nilai ekspor mencapai 512,4 juta dolar AS selama Januari hingga November 2025.

Tiongkok menjadi salah satu negara tujuan ekspor utama, mencatat nilai ekspor sebesar 44,2 juta dolar AS, setelah Amerika Serikat dan Australia.

Baca Juga  Menaker: Perbaikan K3 Utama untuk Cegah Kecelakaan Kerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *