IHSG Turun Akibat Profit Taking di Tengah Minimnya Katalis

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Senin sore, ditutup melemah 52,03 poin atau 0,58 persen di posisi 8.884,71. Penurunan ini dipicu oleh aksi profit taking dari pelaku pasar setelah indeks mencapai titik psikologis penting di angka 9.000. Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menjelaskan bahwa aksi ambil untung berlangsung agresif menjelang ketidakpastian arah pasar global serta pergerakan suku bunga yang terus diperhatikan oleh para investor.

Pelaku pasar pada umumnya mengambil sikap defensif di tengah minimnya katalis baru. Ia juga menambahkan bahwa saham di sektor energi dan pertambangan yang berisiko tinggi mengalami tekanan signifikan, berkontribusi pada pelemahan IHSG secara keseluruhan.

Setelah dibuka dengan penguatan, IHSG mampu bertahan di zona positif sampai akhir sesi pertama perdagangan. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah dan mencatatkan pergerakan negatif. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menunjukkan kenaikan, terutama sektor barang konsumen non-primer yang tampak menguat 2,81 persen. Sementara itu, lima sektor lainnya melemah, dengan sektor infrastruktur turun paling dalam hingga 0,94 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 5.072.603 transaksi, dengan total 74,40 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp40,10 triliun. Dari 279 saham yang mengalami kenaikan, sebanyak 435 saham mengalami penurunan, dan 97 saham tidak beranjak dari posisi sebelumnya.

Di pasar regional, indeks Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times menunjukkan tren positif, sedangkan indeks Nikkei dari Jepang tidak bergerak karena hari libur nasional.

Baca Juga  Waktu Makan Malam Ideal untuk Pencernaan dan Gula Darah Stabil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *