Jackiecilley.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat normalisasi Sungai Batang Kuranji di Kecamatan Pauh, Kota Padang, untuk mengurangi risiko banjir. Langkah ini diambil setelah bencana banjir yang terjadi pada 2 Januari 2026, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat sungai mengalami luapan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa normalisasi sungai merupakan bagian dari upaya penanganan pascabencana yang bertujuan untuk mencegah terulangnya bencana tersebut. “Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat, sehingga alur sungai bisa kembali aman dan mampu menampung debit air saat hujan lebat,” jelas Dody pada Minggu (11/1).
Proses normalisasi dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dengan fokus membuka dan mengarahkan aliran sungai ke bagian tengah. Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menyatakan bahwa kondisi Sungai Batang Kuranji di kawasan Batu Busuk telah mengancam badan jalan dan permukiman warga. “Kami sedang menangani kondisi ini dengan membuka alur-alur sungai sehingga dapat mengurangi ancaman terhadap jalan dan permukiman,” tambahnya.
Saat ini, BWS Sumatera V telah menerjunkan 11 dari 15 unit alat berat yang direncanakan, dengan tujuh unit ditempatkan di kawasan Batu Busuk. Penanganan darurat di lokasi ini mencakup normalisasi aliran sungai dan perbaikan jalan desa sepanjang 200 meter yang terputus, dengan target penyelesaian dalam empat hari ke depan.
Naryo juga menyatakan rencana untuk berdiskusi dengan akademisi guna merumuskan strategi penanganan sungai yang lebih holistik, mengingat fungsi Sungai Batang Kuranji telah berkurang hampir 50 persen. Dalam penanganan jangka panjang, Kementerian PU berharap dukungan Pemerintah Kota Padang terkait ketersediaan lahan di sepanjang bantaran sungai untuk kelancaran pelaksanaan.