Menhan: Banyak Tim Pengamanan Maduro Tewas di Operasi AS

[original_title]

Jackiecilley.com – Sebagian besar tim pengamanan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dilaporkan tewas dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) pada tanggal 3 Januari. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pada tanggal 4 Januari.

Padrino menuduh pasukan AS telah “secara kejam membunuh” anggota tim pengamanan serta beberapa warga sipil tak bersalah. Namun, ia tidak merinci jumlah korban yang sebenarnya dalam insiden tersebut. Ia juga menekankan bahwa Maduro adalah pemimpin sah Venezuela serta meminta dunia internasional untuk memperhatikan kedaulatan negara tersebut.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa aksi militer tersebut mengarah pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump menegaskan bahwa AS akan mengambil kontrol atas Venezuela jika diperlukan, termasuk pengiriman pasukan ke wilayah tersebut. Ia sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam kegiatan narkotika dan mempertahankan kekuasaan secara ilegal.

Maduro saat ini dilaporkan ditahan di fasilitas penahanan di New York terkait dengan tuduhan narkotika, yang semuanya dibantahnya. Di Caracas, pejabat-pejabat setempat menyerukan pembebasan Maduro. Padrino juga menuntut agar Maduro dan istrinya segera dibebaskan.

Menanggapi situasi ini, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara setelah penangkapan Maduro. Padrino mengonfirmasi dukungan penuh angkatan bersenjata Venezuela terhadap Rodriguez dan terhadap status darurat yang telah diterapkan di negara tersebut. Ia menyatakan bahwa angkatan bersenjata akan terus menjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri.

Baca Juga  Ilmuwan Temukan Spesies Baru Singa dengan Bantuan AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *