Jackiecilley.com – Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengumumkan rencana penerapan strategi penanganan kemiskinan lintas sektoral untuk meningkatkan efektivitas pengurangan angka kemiskinan pada tahun 2026. Ini disampaikan dalam rapat tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) yang berlangsung pada Kamis, 27 November.
Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, mengungkapkan pentingnya langkah strategis guna mencapai penurunan signifikan dalam kemiskinan tahun depan. Saat ini, angka kemiskinan di Kabupaten Klaten telah berhasil diturunkan menjadi 11% melalui inisiatif yang fokus pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin serta pemberdayaan dan peningkatan produktivitas.
Benny menjelaskan bahwa selanjutnya, penting untuk mengurangi jumlah daerah yang menjadi kantong kemiskinan. Dari total 401 desa dan kelurahan di Klaten, terdapat 81 desa yang menjadi prioritas dalam program penanggulangan ini. Pemerintah daerah telah menyinergikan sejumlah program untuk memastikan intervensi yang efektif, tidak hanya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetapi juga dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memberikan dukungan bantuan.
Pentingnya data yang akurat dan terpusat juga ditekankan oleh Wakil Bupati. Ia menambahkan bahwa pendataan harus terus diperbaharui, setidaknya setiap tiga bulan. Dengan cara ini, kebijakan penanggulangan kemiskinan dapat dioptimalkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa. “Data sentral akan menjadi acuan yang penting untuk memantau progres dan memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Klaten.