Jackiecilley.com – YouTube memperkenalkan serangkaian inovasi terbaru untuk memperkaya pengalaman pengguna dan mendukung para kreator konten. Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, platform yang dimiliki oleh Google ini telah meluncurkan 12 fitur baru yang didesain untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatkan fungsionalitas pencarian serta monetisasi.
Salah satu fitur yang paling menonjol adalah pencarian terpisah antara YouTube Shorts dan video berdurasi panjang, yang memungkinkan pengguna menemukan konten dengan lebih cepat. Selain itu, filter “Popularitas” menggantikan jumlah penayangan dengan mempertimbangkan durasi tonton dan interaksi pengguna, memberikan cara baru untuk mengukur performa video.
YouTube juga mengganti menu “Sort by” menjadi “Prioritize” untuk mempermudah pemahaman pengguna. Kreator kini dapat memanfaatkan teknologi AI untuk membuat Shorts hanya dari gambar, mengubahnya menjadi video pendek secara otomatis. Fitur product tagging memungkinkan kreator menandai produk dalam konten mereka, memperluas peluang monetisasi melalui e-commerce.
Sebagai tambahan, fitur thumbnail A/B testing di YouTube Studio memungkinkan kreator mencoba beberapa thumbnail untuk menentukan mana yang paling menarik perhatian. YouTube juga mulai menerapkan AI dalam hasil pencarian untuk menampilkan ringkasan dan rekomendasi yang relevan.
Fitur lainnya termasuk YouTube Charts yang menggantikan tab Trending, latar visual lirik otomatis di YouTube Music, serta fitur sleep timer yang memungkinkan video berhenti secara otomatis. Pengaturan kecepatan video kini lebih fleksibel, dan kreator mendapatkan alat moderasi yang lebih canggih untuk komentar dan komunitas mereka.
Melalui rangkaian fitur ini, YouTube menegaskan komitmennya untuk menjadi platform video berbasis AI, tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga pada pencarian efisien dan peningkatan keuntungan bagi kreator. Beberapa fitur ini masih dalam tahap peluncuran bertahap dan mungkin belum tersedia di semua wilayah.