Jackiecilley.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan upaya untuk memastikan ketersediaan Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) guna memenuhi pembayaran kupon Obligasi Waskita Beton Precast I dan II Tahun 2022 dalam waktu maksimal 90 hari. Langkah ini diambil sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan yang berlaku.
Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, menjelaskan bahwa penurunan dalam CFADS disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan pasar infrastruktur, kenaikan harga bahan baku, serta keterlambatan penerimaan pembayaran dari pelanggan. Kondisi ini menyebabkan tekanan likuiditas karena penerimaan cash-in dari piutang tidak memenuhi target yang ditetapkan.
WSBP berkomitmen untuk meningkatkan CFADS dalam waktu 90 hari, dengan mengandalkan penagihan piutang pelanggan dan menerapkan efisiensi dalam biaya produksi dan operasional. Langkah strategis yang diambil mencakup memastikan proses produksi berjalan lancar untuk mendukung bisnis, berkomunikasi aktif dengan pelanggan untuk meningkatkan arus kas dari piutang, mengevaluasi opsi penyelesaian piutang, serta mengimplementasikan program efisiensi.
Saat ini, WSBP tengah memenuhi produksi produk beton precast dan readymix untuk berbagai proyek seperti Tol Kayu Agung Palembang-Betung, Tol Bogor Ciawi-Sukabumi, dan proyek nasional lainnya. Perseroan juga menyelesaikan pembangunan konstruksi untuk sejumlah proyek, termasuk Gedung Laboratorium Universitas Udayana di Bali dan Universitas Khairun di Ternate, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja perusahaan.