Jackiecilley.com – Prosesi Ruwatan Anak Berambut Gimbal menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2026 yang berlangsung di Kompleks Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu. Acara tersebut berhasil menarik perhatian lebih dari 2.000 wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Tradisi pemotongan rambut anak-anak berambut gimbal ini mencerminkan warisan budaya masyarakat Dieng yang telah dilestarikan selama bertahun-tahun. Pengunjung tidak hanya menyaksikan keindahan pertunjukan budaya, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung tentang kearifan lokal yang dipertahankan dari generasi ke generasi.
Salah satu pengunjung dari Jakarta, Nur Asyiah, berbagi bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti acara seperti ini. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana yang sangat berbeda dari kehidupan sehari-hari di Jakarta yang padat dan berpolusi. Ia menjelaskan, “Di sini langitnya biru, udaranya sejuk, dan alamnya masih asri.”
Sementara itu, Sabrina, putri Nur, menambahkan bahwa selain menyaksikan prosesi ruwatan, mereka berencana mengunjungi Bukit Sikunir, meskipun rencana tersebut masih harus ditunda karena kelelahan.
Wisatawan asal Kazakhstan, Madina, juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap festival ini, merasakan atmosfer yang unik dan tradisi lokal yang authentic. “Saya terkesan dengan festival ini. Budaya dan tradisi di sini memiliki daya tarik yang kuat,” ujarnya.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan bahwa DCF bukan hanya sekadar agenda pemerintah, tetapi merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat yang peduli akan budaya dan pariwisata. Ia melaporkan bahwa DCF 2025 sebelumnya telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan, dengan perputaran uang mencapai sekitar Rp50 miliar bagi masyarakat lokal.