Site icon herbberger.com

Pesantren Harus Menjadi Lingkungan Teraman untuk Anak-anak

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pesantren sebagai lingkungan aman bagi anak-anak. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan fisik dan seksual di dalam pendidikan Islam tidak boleh ditoleransi. Hal ini disampaikan dalam sebuah forum yang berlangsung di Jakarta pada 15 Mei 2026.

Nasaruddin menjelaskan bahwa masalah kekerasan dalam pendidikan Islam harus ditangani secara komprehensif, tidak hanya melalui langkah-langkah jangka pendek. Menurutnya, akar permasalahan terkait dengan budaya relasi kuasa yang masih kuat di masyarakat. “Kita perlu transformasi masyarakat untuk mengeliminasi relasi kuasa yang timpang,” katanya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya pengawasan yang ketat serta standar yang jelas untuk mencegah penyalahgunaan.

Untuk meningkatkan perlindungan anak, Nasaruddin mendorong penguatan tata tertib di pesantren yang tidak hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola institusi tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan amanat agama dan konstitusi yang harus dijaga bersama. “Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan fisik maupun seksual,” tegasnya.

Dengan menegaskan pentingnya penetapan standar dalam pengelolaan pesantren, Nasaruddin mendorong adanya definisi yang jelas mengenai apa itu pesantren dan kiai, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi. Ia menekankan bahwa hanya individu yang memiliki kapasitas yang layak untuk menjabat sebagai kiai. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan pesantren dapat menjadi ruang yang aman dan kondusif untuk pendidikan dan pertumbuhan anak-anak.

Exit mobile version