Jackiecilley.com – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation mengimplementasikan inovasi pertanian terintegrasi di pesantren sebagai bagian dari kompetisi PFsains. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, dengan salah satu program unggulan dilaksanakan di Pondok Pesantren Daarul Hawariyyin yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Direktur Keuangan Pertamina Foundation, Tito Rahman Hidayatullah, menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan adalah integrasi pertanian hidroponik, peternakan, perikanan, dan pengelolaan sampah organik dalam satu sistem berkelanjutan. Dalam konteks ini, sistem “4 in 1” berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pangan 25 santri dan 10 asatidz sambil mengelola limbah organik secara efisien.
Inovator yang terlibat, Dino Rimantho, mengungkapkan bahwa limbah organik dan kotoran ternak diolah menjadi pakan untuk ayam dan ikan lele, sementara air kolam ikan digunakan kembali dalam sistem hidroponik. Selain itu, produk dari ikan lele akan diolah menjadi abon lele. Implementasi proyek ini juga memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung berbagai proses di pesantren.
Dewan Pengawas Pertamina Foundation, Narendra Widjajanto, menekankan pentingnya inovasi ini dan tantangan ke depan dalam mengembangkan model bisnis agar pesantren dapat meraih pendapatan dari sistem yang diterapkan. Harapannya, inisiatif ini bisa dicontoh oleh pesantren lainnya untuk menciptakan kemandirian.
Tito menambahkan, melalui kompetisi ini, Pertamina Foundation berharap dapat menghadirkan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengembangkan kemandirian pangan, tetapi juga meningkatkan jiwa kewirausahaan para santri. Sejak dimulai pada 2020, PFsains telah mendukung 36 produk inovatif dengan melibatkan 754 inovator.