Jackiecilley.com – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong PT Pertamina (Persero) untuk memperluas penggunaan sagu sebagai bahan tambahan dalam pengeboran sumur minyak. Langkah ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan produk lokal dan komponen dalam negeri (TKDN).
Pada hari Kamis di Jakarta, Sarmuji menyatakan bahwa pemerintah sedang membahas strategi peningkatan TKDN, dimana Pertamina menunjukkan komitmennya untuk mengoptimalkan penggunaan produk lokal. “Kami mendorong Pertamina untuk lebih banyak menggunakan sagu dalam proses drilling. Uji coba telah dilakukan dengan hasil positif di dua sumur, sehingga kini saatnya diaplikasikan secara lebih luas,” ungkap Sarmuji.
Ia menjelaskan bahwa setiap sumur minyak memerlukan sekitar 10 ton sagu, dan dengan potensi penerapan di sekitar 900 sumur, diperkirakan kebutuhan sagu akan meningkat, menciptakan pasar baru bagi industri sagu nasional. Sarmuji juga menegaskan bahwa untuk mengatur penggunaan sagu dalam pengeboran, pemerintah akan menyusun Standar Nasional Indonesia (SNI).
Dalam mendukung rencana ini, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina, Jaffee Arizon Suardin, menambahkan bahwa perusahaan akan membangun kolaborasi dengan industri lokal untuk pemenuhan TKDN. Pertamina juga berencana menyelenggarakan sistem temu bisnis guna menghubungkan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan produk domestik.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat hilirisasi sagu, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut serta memperkuat penggunaan produk dalam negeri di sektor energi. Dengan dukungan dari pemerintah dan komitmen Pertamina, diharapkan inisiatif ini bisa diterapkan secara efektif dan cepat.