Site icon herbberger.com

Perputaran Uang Ekowisata Rinjani Mencapai Rp182 Miliar

[original_title]

Jackiecilley.com – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat, mengalami lonjakan signifikan dalam kontribusi ekonomi yang berasal dari pariwisata dan jasa lingkungan, dengan total perputaran uang mencapai Rp182,05 miliar pada tahun 2025. Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, menyatakan bahwa angka ini meningkat tajam dibandingkan Rp109 miliar di tahun 2024 dan Rp78 miliar di tahun 2023.

Peningkatan kontribusi ekonomi ini dipicu oleh perkembangan berbagai usaha jasa berbasis lingkungan di sekitar kawasan Rinjani, dan bukan hanya oleh peningkatan jumlah pengunjung. Budhy menekankan bahwa sumber utama perputaran ekonomi berasal dari berbagai sektor seperti jasa portir, pemandu wisata, pengelola akomodasi, restoran, hingga usaha pendukung lainnya.

Pengelolaan kawasan taman nasional ini tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan keuntungan, melainkan juga berlandaskan prinsip konservasi melalui sistem zonasi yang ketat. Terdapat zona inti, rimba, dan zona pemanfaatan yang membantu menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan manfaat bagi masyarakat.

Budhy juga menyoroti pentingnya pengembangan ekowisata yang berlandaskan prinsip konservasi, dengan fokus pada jasa lingkungan. Selain aktivitas pendakian Gunung Rinjani, TNGR juga mendorong wisata non-pendakian, seperti kunjungan ke air terjun dan objek wisata alami lainnya. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, TNGR juga mengembangkan potensi plasma nutfah, termasuk jamur morel dan tanaman obat, melalui penelitian yang ketat. Ini menunjukkan komitmen untuk memanfaatkan sumber daya hayati dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi.

Exit mobile version