Site icon herbberger.com

Perang Panjang Afghanistan: 6 Fakta Kekalahan AS yang Menonjol

[original_title]

Jackiecilley.com – Amerika Serikat menghadapi kekalahan dalam perang terpanjangnya di Afghanistan, yang berlangsung selama hampir dua dekade. Lima tahun lalu, Taliban berhasil merebut kembali Kabul, menandai akhir dramatis dari intervensi militer yang dimulai setelah serangan 11 September 2001.

Perang yang dimulai dengan klaim untuk menghancurkan al-Qaeda dan Taliban serta menangkap Osama bin Laden, akhirnya berakhir tanpa mencapai tujuan utama. Ribuan warga Afghanistan terpaksa melarikan diri ke bandara Kabul, sedangkan militer AS berusaha mengevakuasi personelnya dalam situasi yang kacau. Momen bersejarah tersebut diwakili oleh foto Mayor Jenderal Chris Donahue, sebagai prajurit terakhir yang meninggalkan negara itu pada 30 Agustus 2021.

Intervensi AS, yang berlangsung selama 20 tahun, menelan biaya triliunan dolar dan meninggalkan dampak manusia yang besar. Sebaliknya, Taliban, yang menggunakan strategi perang gerilya, mampu bertahan meskipun menghadapi kekuatan militer terkuat di dunia. Hal ini menegaskan bahwa Afghanistan, dengan sejarahnya yang kelam, sering dijuluki “kuburan kerajaan.”

Inisiatif militer Washington dimulai kurang dari sebulan setelah serangan teroris yang menewaskan hampir 3.000 orang di AS. Meskipun para pemimpin AS, termasuk Presiden George W. Bush, berjanji untuk mengalahkan Taliban dengan cepat, fokus operasi berubah dari kontraterorisme menjadi pendudukan yang bertujuan mengendalikan Afghanistan secara politik dan strategis.

Kini, dengan kekuasaan Taliban yang kembali, peringatan lima tahun tersebut dirayakan di seluruh Afghanistan, menyoroti kenyataan pahit bahwa tidak ada penyelesaian militer yang dicapai. Dialog antara pemerintahan AS dan Taliban pada 2020 akhirnya mengakui kegagalan strategi militer yang telah diterapkan selama ini.

Exit mobile version