Site icon herbberger.com

Penerapan B50 Memerlukan Konsistensi Pasokan dan Kebijakan

[original_title]

Jackiecilley.com – Percepatan penerapan biodiesel B50 di Indonesia membutuhkan konsistensi pasokan bahan baku, terutama minyak sawit mentah (CPO). Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menyatakan pentingnya kepastian kebijakan untuk memastikan kelancaran program ini. “Dari sisi hulu, yang penting adalah memastikan supply yang konsisten dari industri sawit,” ucap Faisal di Jakarta.

Program B50 bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor solar. Faisal menambahkan bahwa industri perlu melakukan penyesuaian agar mampu beralih ke penggunaan biodiesel dengan kandungan lebih tinggi. Kepastian dari sisi pasokan adalah kunci untuk mendorong investasi, sebab perubahan kebijakan yang tidak stabil dapat membuat pelaku usaha ragu untuk berinvestasi.

Synergy dalam ekosistem biodiesel juga diharapkan. Mulai dari industri sawit sebagai penyuplai, produsen biodiesel, hingga sektor pengguna akhir, semua harus bekerja sama. Peran Pertamina sangat krusial, tidak hanya sebagai penyerap produk biodiesel, tetapi juga dalam proses pencampuran dengan solar dan distribusi ke konsumen.

Pemerintah pun bersiap melakukan langkah mitigasi menghadapi ketidakpastian global yang dapat memengaruhi harga minyak dunia. Dalam rapat koordinasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa opsi yang dikaji meliputi efisiensi anggaran dan penguatan kebijakan B50, di tengah dinamika yang terus berkembang. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

Exit mobile version