Site icon herbberger.com

PBB Kecewa Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan Ribuan Pendukung

[original_title]

Jackiecilley.com – Serangan di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada 23 Juli 2026, yang dilakukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bersama ribuan massa Yahudi ekstremis, menuai kecaman dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam insiden tersebut, lebih dari 4.000 orang menyerbu kompleks masjid yang dianggap suci bagi umat Islam.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya bagi status quo situs-situs suci di Yerusalem, yang harus dihormati. Ia menegaskan, “Merupakan kewajiban bagi otoritas Israel untuk memastikan bahwa status quo ini dihormati dan setiap umat beriman dari semua agama dapat mengakses situs-situs mereka dengan bebas.”

Kejadian ini terjadi pada hari raya Yahudi Tisha B’Av, yang diperingati sebagai hari berkabung untuk menghormati kehancuran kuil. Menyusul serangan ini, Dujarric menggarisbawahi pentingnya interaksi yang aman antara umat beragama dengan berbagai situs suci di kota tersebut.

Aksi yang dipimpin oleh Ben-Gvir dan didukung oleh kekuatan Zionis ini menunjukkan potensi ketegangan yang lebih besar di kawasan yang sudah rawan. Pemerintah Provinsi Yerusalem mencatat bahwa mendukung aktivitas seperti itu hanya akan memperburuk keadaan serta mengancam perdamaian di wilayah yang penuh sejarah panjang dan keagamaan ini.

Dengan latar belakang konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina, insiden serupa sering kali memicu reaksi keras dari berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun internasional. PBB kembali menekankan pentingnya dialog dan pemahaman dalam meredakan ketegangan yang ada demi menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.

Exit mobile version