Site icon herbberger.com

Pakar ITS Bahas Seakeeping Terkait Insiden KM Virgo

[original_title]

Jackiecilley.com – Insiden terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, sekitar Kepulauan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, menarik perhatian Prof Ir I Ketut Aria Pria Utama, pakar hidrodinamika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Professor yang juga Guru Besar di Departemen Teknik Perkapalan itu menyoroti pentingnya aspek performa kapal di laut atau seakeeping yang sering diabaikan dalam perancangan kapal.

Insiden terjadi pada Minggu, 13 September 2026, dan KM Virgo adalah kapal impor dari Jepang berusia sekitar 30 tahun. Menurut Prof Ketut, meski usia kapal bukan isu utama jika perawatan dilakukan dengan baik, karakteristik desain kapal harus sesuai dengan kondisi perairan Indonesia yang berbeda dengan Jepang. Jarak antarpulau di Jepang relatif dekat, sedangkan Indonesia memiliki potensi gelombang besar.

Ia juga menjelaskan bahwa kapal jenis roll-on/roll-off (ro-ro) seperti KM Virgo, yang dirancang dengan lambung tertutup, mungkin tidak optimal untuk perairan terbuka Indonesia. Kapal yang beroperasi di sini sering memiliki bukaan di sisi samping untuk efisiensi, namun hal ini meningkatkan risiko masuknya air saat menghadapi cuaca buruk atau gelombang tinggi.

Sistem pompa yang tidak memadai dapat menyebabkan air masuk ke dek dan menciptakan efek sloshing yang mengganggu stabilitas kapal. Selain faktor teknis, Prof Ketut menekankan pentingnya edukasi penumpang terkait prosedur keselamatan sebelum berlayar. Hal ini, menurutnya, akan membantu penumpang mengetahui langkah evakuasi saat menghadapi situasi darurat di laut.

Dengan perhatian yang lebih pada desain dan keselamatan, diharapkan insiden serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Exit mobile version