Site icon herbberger.com

OJK: Pasar Saham Domestik Menghadapi Tekanan dan Konsolidasi Mei

[original_title]

Jackiecilley.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa pasar saham Indonesia menghadapi tekanan dan konsolidasi selama bulan Mei 2026. Ketidakpastian global dan domestik, serta penyesuaian portofolio investor, menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38, mengalami penurunan sebesar 11,92 persen secara bulanan dan 29,14 persen tahun kalender.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pasar saham tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Likuiditas pasar tetap terjaga, terbukti dari rata-rata bid dan ask spread yang cenderung rendah. Meski demikian, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp4,1 triliun selama bulan Mei.

Di sisi lain, pasar obligasi Indonesia mencatat penguatan. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada 437,26, meningkat 0,32 persen dari bulan sebelumnya. Rata-rata imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami kenaikan, yang dipicu oleh persepsi risiko di tengah ketidakpastian global.

Industri pengelolaan investasi menunjukkan pertumbuhan, dengan nilai aktiva bersih reksa dana mencapai Rp685,76 triliun, meskipun tercatat adanya net redemption senilai Rp1,77 triliun. Secara keseluruhan, investor reksadana masih mencatatkan net subscription total Rp21,61 triliun tahun ini.

Jumlah investor di pasar modal terus meningkat, dengan tambahan 1,26 juta investor selama Mei, sehingga mencapai total 27,75 juta, atau tumbuh 36,27 persen secara tahunan. Dengan nilai fundraising mencapai Rp68,18 triliun dan 75 rencana penawaran umum yang direncanakan, pasar modal terus berfungsi sebagai sumber pembiayaan penting bagi usaha dan pemerintah.

Exit mobile version