Site icon herbberger.com

Mentan Amran Dorong Penegak Hukum Atasi Penyelundupan Bawang

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penyelundupan bawang bombai ilegal yang terjadi di Semarang. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan mencegah praktik ilegal yang dapat merugikan sektor pertanian.

Dalam operasi yang digelar bersama, aparat berhasil mengamankan sekitar 123 ton bawang bombai tanpa dokumen resmi. Barang bukti tersebut diamankan di wilayah Semarang. Amran mengingatkan bahwa penyelundupan komoditas pertanian dapat menjadi ancaman serius, karena berpotensi membawa penyakit dan organisme pengganggu yang dapat merusak ekosistem pertanian. Ia merujuk pada kerugian besar akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyebabkan kehilangan lebih dari 6 juta ekor sapi sebelumnya.

Menurut Amran, keberadaan komoditas ilegal ini bukan hanya merugikan negara dalam hal pajak dan PNBP, tetapi juga dapat mengancam keberlanjutan produksi pertanian dalam negeri. Penyakit dari luar negeri berpotensi menyerang tanaman pangan strategis seperti padi dan bawang.

Kasus penyelundupan ini terungkap berkat laporan masyarakat yang tindak lanjutnya melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk TNI, Polri, Bea Cukai, dan Badan Karantina. Amran menekankan bahwa penyelundupan harus dibongkar sampai ke akar, karena diduga dilakukan secara terorganisir.

Ia juga menyoroti dampak psikologis dari penyelundupan pangan terhadap petani. Meskipun volume barang ilegal kecil, isu impor ilegal dapat menurunkan semangat petani untuk memproduksi. “Jangan korbankan ratusan juta petani demi segelintir oknum,” ungkapnya. Kementerian Pertanian terus menerima laporan mengenai peredaran dan penyelundupan barang ilegal di sektor pertanian, termasuk beras dan pupuk.

Exit mobile version