Jackiecilley.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengumumkan bahwa pembangunan pembangkit listrik tenaga gas berbahan baku Liquefied Natural Gas (LNG) akan dimulai pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan saat perayaan Bulan Bahasa Bali 2026 di Denpasar, di mana Koster menyatakan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN telah menyetujui rencana tersebut.
Gubernur Koster menegaskan bahwa pihaknya melarang PLN untuk membangun pembangkit listrik baru yang menggunakan bahan baku yang tidak ramah lingkungan, seperti batu bara. Pemprov Bali berkomitmen untuk tidak memungkinkan penggunaan batu bara dan menganggap gas sebagai alternatif yang lebih baik. Dengan adanya terminal LNG, Bali diharapkan dapat mencapai kemandirian energi, mengurangi ketergantungan pada pasokan listrik dari luar pulau, seperti yang selama ini terjadi dengan mengalirkan listrik dari Paiton.
Pembangunan fasilitas ini diharapkan mampu memberikan energi bersih dan berkelanjutan, sehingga generasi mendatang di Bali tidak akan menghadapi ancaman atau gangguan dalam hal ketersediaan listrik. Koster menjelaskan bahwa kemandirian energi sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan pasokan listrik di Bali.
Melalui langkah ini, Bali diharapkan dapat terus menerangi pulau tanpa risiko gangguan dari luar. Menurut Koster, pastikan lampu di Bali terus menyala tanpa ketergantungan kepada pasokan luar yang bisa terhalang oleh berbagai faktor. Keputusan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan energi berkelanjutan di Pulau Dewata.