Site icon herbberger.com

Komnas Perempuan Sebut Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Femisida

Jackiecilley.com – Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, mengingatkan pentingnya untuk tidak menormalkan kekerasan dengan menyebutkan motif cemburu atau emosi dalam kasus-kasus kekerasan. Ia menekankan bahwa pendekatan yang mengaitkan kekerasan dengan faktor emosional seperti cemburu dapat memberikan dampak negatif pada cara masyarakat memahami dan merespons isu-isu kekerasan, terutama terhadap perempuan.

Yuni menjelaskan bahwa kasus-kasus kekerasan sering kali dikaitkan dengan motivasi pribadi pelaku, yang berujung pada pengertian bahwa tindakan tersebut bisa dibenarkan. Hal ini berpotensi mengaburkan tanggung jawab pelaku dan meminimalisir dampak sosial dari tindakan kekerasan itu sendiri. Menurutnya, penting untuk bersama-sama mengubah narasi yang dapat mengesankan bahwa kekerasan adalah hal yang dapat diterima dalam situasi tertentu.

Pernyataan tersebut disampaikan Yuni dalam sebuah seminar yang diadakan pada Jumat (15/9) di Jakarta. Dalam forum tersebut, berbagai pihak berkumpul untuk mendiskusikan strategi penanggulangan kekerasan berbasis gender serta pentingnya edukasi masyarakat mengenai isu ini. Yuni juga menyoroti perlunya kerja sama antara lembaga pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tidak mendukung segala bentuk kekerasan.

Di akhir pembicaraannya, Yuni berharap agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya mencegah normalisasi kekerasan dengan menyebarkan pemahaman yang benar tentang penyebab dan dampak kekerasan. Dengan begitu, diharapkan akan tercipta kesadaran kolektif yang mendukung penanganan isu kekerasan secara komprehensif.

Exit mobile version