Jackiecilley.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen untuk memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500.000 pelaku UMKM. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan kewajiban sertifikasi halal yang ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2026. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan hal tersebut saat peresmian Pesta Wirausaha Nasional 2026 di Jakarta pada Sabtu lalu.
Program ini merupakan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang bertujuan memperluas akses pelaku usaha dalam mendapatkan sertifikasi halal. Maman menekankan pentingnya sertifikasi halal dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar bagi UMKM.
Untuk mendukung daya saing, Kementerian UMKM terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang mencakup kemudahan akses legalitas usaha, pembiayaan, pelatihan, hingga sertifikasi produk. Di tengah bonus demografi, dengan sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif, pemerintah melihat peluang untuk meningkatkan jumlah wirausaha yang kompetitif.
Target yang ditetapkan adalah rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,20 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 3,60 persen pada 2029. Dalam rangka mendukung target ini, Kementerian UMKM juga mengembangkan aplikasi Sapa UMKM sebagai platform layanan terpadu untuk sekitar 57 juta UMKM di seluruh Indonesia. Melalui aplikasi ini, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan seperti pembiayaan, sertifikasi, dan pelatihan.
Pemerintah juga menggandeng 754 lembaga inkubator bisnis di berbagai area untuk memberikan pendampingan kepada calon wirausaha dan pelaku UMKM, mengukuhkan tekad Kementerian UMKM dalam memastikan setiap pemilik usaha dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.